Sabtu, 10 Oktober 2009

puisi


Bocah Kecil di Lampu Merah

Riang ceria pandangannya

seakan selalu gembira

walau hati tak sejalan dengan muka

ia tetap berusaha

Walau hari sudah panjang

dan siang terlewat datang

engkau tak bermuram muka

Di waktu yang singkat itu

tak banyak yang menunggu

Beberapa kereta yang angkuh

dan para jenderal di dalamnya

Dia dan kereta itu

tak jauh, hanya seleparan batu

Dan dari sana

suara lantangnya diperdengarkan

Tapi apa yang ia dapat

wajah masam bermata tajam

Sambil mengulurkan tangan

seolah berkata

Cepat pergi kau dari mukaku

lalu ia lari menghampiri tangan itu



by eka puji wara

2 komentar:

Diseño por Open Media | A Blogger por Blog and Web